Rabu, 07 Oktober 2015

Unsent

I made it a year ago
Every year I remember
This is a month before your next HBday

Sabtu, 27 Juni 2015

Is it a bad day?

Today, is it a bad day?

Hari ini gw kerja ngeshift pagi. Nglaju dari rumah ke tempat kerja sekitar 1 jam. Kebetulan gw abis libur sehari, jadi pulang ke rumah kemaren. Kos gw tinggal. Gw berangkat dari rumah jam 6.15. Ga mimpi apa2 semalem. Waktu kerja ngeshift pagi itu, gue dapet klien seorang bapak tua bersahaja sepenampakannya, dianter istrinya yang berwajah tionghoa. Karena kerja gw adalah memilah-milah klien berdasarkan tingkat perkiraan cepat tidaknya malaikat Izrail ndatengin klien2 gw, maka gw butuh keterangan para klien gw tersebut sedikit banyak. Dan dari inspeksi saja, si bapak tersebut kayaknya belum ditempelin malaikat Izrail. Segar bugar. Tiap gw nanya belum habis 1 kalimat, istrinya langsung motong omongan gw. Seakan-akan gw emang kudu udah tau riwayat keluhan si bapak. Karena tuntutan profesi, gw cuma bisa nggigitin tembok di belakang gw karena servis vokal gw kudu tetep empuk tak peduli batu apapun yg dilempar ke muka gw. "Plis. Gw cm butuh cukup info bt ngelapor ke rekan kerja gw. Demi suami lo jg. Krn ini bukan instansi perdukunan.
Pagi-pagi, puasa-puasa, udah dapet klien pelik seperti ini.
Is it a bad day?
NO.
Mungkin Allah ingin mengajarkan keihlasan dan kesabaran lagi ke gw.
Apa mungkin ini premenstrual syndrome? mungkin ;)

Sorenya, gw nyambi cari duit ke tempat lain. Gw dateng telat. Klien pertama gw adalah anak-anak usia sekitaran 2 taon digendong ibunya. Set dah senter gue mati, batrenya abis. Senter merupakan peralatan kerja utama gw. Ditambah lagi ibunya si bayi pengen anaknya diliat pake senter. Oke, sore tadi gw pengen menggali diri gw sendiri sedalam2nya. Keprofesionalan gw diragukan gara2 senter mati. Abis kejadian itu, sepeninggal klien gw itu, gw termenung cukup lama. Pikiran gw kacau. Sampe2 gw pengen berhenti dari profesi sekarang dan banting setir mbuka butik, usaha franchise berkebun dan beternak kelinci.
Is it a bad day?
NO.
Hikmahnya? Untuk kasus yg ini, gw jg lg mikir apa kira2 hikmahnya. Yg gw udah tau pasti, gw masih dibayangi darimana gw bisa dapetin passive income dengan budget gw yg cuma sekedarnya.

Malem sepulang dari tempat kerja, gw buka. Karena tadi pas ditempat kerja cuma buka pake air putih. Di warung gw makan sambil nyari ide nanti sahur apa. Maklum, anak kos. Akhirnya gw putusin buat sahur kue cubit aja. Kayaknya menggugah selera nih kalo sahur pake ni kue. Langsung sepulang makan, gw motoran ke tempat penjual kue cubit. Beh, malem minggu. Ramenyaaa. Macetnyaaa. Cuma kue cubit aja, nunggunya ampe 1 jam. Gw lega pas nama gw dipanggil sipenjualnya. Ternyata dia ga lupa nama gue *terharu. Langsung tancep gas pulang. Blom ada 10 meter dari tempat penjual kue cubit, tiba2 motor gue cegukan.
*speechless
*tiktoktiktok
*BensinAbis
*IndikatorBensinGueSoak
*Dan-itu-jalan-pas-tanjakan

*okesip

Sepanjang perjalanan menuntun motor, gw semangatin diri pake yelyel kebatinan "anak e Murwani kudu kuat-kudu kuat-kudu kuat!"
Murwani tu nama ibu gw. hee

sampe tanjakan yang tertinggi, seluruh tenaga udah gw kerahin. Tp tetep aja motor gw mlah gerak mundur. T.T. Aku kudu piyeee.
Tiba-tiba momen hidup gw selanjutnya mirip iklan puasa 'sudahkah anda berbagi kebaikan hari ini?'

Gini ceritanya. Dari sebrang jalan, tiba-tiba ada 2 mas-mas lari ikut ndorong ekor motor gw dari belakang, gw tetep didepan pegang stang. Kurang lebih 5 menit adegan itu berlangsung. Pas sampe puncak jalan yang datar, gw buru-buru bilang 'makasih mas makasih ya'. Trus mrk bilang 'sama2 mb' sambil nglepas 1 per satu tangannya dari ekor motor gw. Kalo di slow motion, mungkin kejadian itu begitu dramatis. Oke, gw nglanjutin sendirian lagi nuntun motor sampe kosan. Mimpi apa gw semalem?
Is it a bad day?
NO.
Mungkin Allah ingin aku olahraga, mengecilkan perut. Heee. Allah always loves me.

Sahur nanti malem kue cubit. slurrrrppp nyam nyam nyaaaam. Bobok cantik duluk kalik yak. Bangun2 makan kuek cukbit :D



Senin, 22 Juni 2015

Tentang Jawab

Mencari-cari kemana dan apa

dan...

Setelah menemukan bahwa semuanya tak bisa menenangkan jiwa
Saat menemukan bahwa kematian dengan ampunan dosalah yang dapat melepaskan semua...
Hanya kembali kepadaNya
Hanya Dia yang benar-benar seharusnya diharapkan
Bukan sekolah, kekasih, harta duniawi

Saat doa hanya berisi permintaan ampunanNya,,
tak berani meminta yang lain,
jodoh, sekolah, hal2 duniawi lain..


Kedamaian sejati...

Biarkan aku pergi
tanpa alasan segala rupa
yang kau benci atau kau puja
Jangan kemukakan kembali tanda tanya
Cerdas dan rasamu yg ku perlukan

Aku hanya menginginkanNya
Titik

              Tuhan,
Kau patahkan satu per satu 'ingin' hamba
Kau banting berulang kali harapan hamba
Hamba sudah sadar ya Rabb
Tak boleh menomorsatukan itu semua
maaf telah membuatmu cemburu
Terima kasih atas cintaMu

Saat ini,
hanya kekuatan untuk istiqomah yg bisa membukakan mata selalu
insya allah

Selasa, 20 Mei 2014

What My Life's for?

Saat hidup terasa jenuh,
letih,
panjang,
teramat bosan dengan rutinitas ini...
adakah yang perlu ditilik kembali?

Terlalu obsesif mengejar cita...
namun tidak mengetahui alasan yang mendasari semuanya...
Ini semua untuk apa?
Apa ini yang harus aku kejar di dunia?
Setelah semua tercapai, km mau apa?
Menolong sesama???alasan yang skeptis.
No!!! Bullshit!
Kamu belum menemukan makna hidupmu yang sebenarnya!

HAMPA
Pekerjaan yang harus sedikit menentang hati nurani...setiap hari
Menentang keinginan para manusia yang memasang muka memelas
melawan iba..
demi keberlangsungan profesionalitas dan keseimbangan hidup...
Jika mau melihat detailnya, ada banyak goresan di dalam hati ini
IT HURTS ME!

JENUH
Untuk apa ini semua?
untuk sekolah?
untuk menikah beranak menjadi tua dan meninggal?
hanya hidup lurus begitu saja?
mengikuti protap kebanyakan manusia di dunia?

KLASIK
Berkutat dengan permasalahan dunia yang bersifat sementara?
Selalu terlena dengan itu semua,
sering terlupa tujuan utama hidup disini
kualitas iman atau kuantitas bekal untuk mati nanti?
Astaghfirullah. Saya lupa semuanya.
Jangan biarkan semua berlalu sia-sia.
Waktumu hanya sebentar, girl!
Ok, otak saya mulai bergeser ke arah yang benar.

Hidup rata-rata manusia hanya 70 tahun
Tak sebanding dengan kehidupan setelahnya
Jadi untuk apa semua ini ya Allah?

Never leave me alone..
meski aku selalu masih mencariMu, mencari hakikatku
dengan usia sepanjang 26 tahun ini

Kekecewaan, kegagalan, kemenangan, keraguan
segala yang terjadi di hati dan pikiran yg tidak mampu saya pahami,
No worry, Engkau Yang Maha Tahu Segalanya
Pengatur Yang Paling Sempurna
Pengatur Yang paling Sempurna
Pengatur Yang Paling Sempurna

Ya Rahman Ya Rahim,
Petunjuk-petunjuk itu
Cahaya-cahaya itu
selalu datang di saat yang tepat
hamba yakin itu semua turun bukan karena kebetulan
Engkau Yang selalu melihatku
meski dengan segala kekotoranku ini

Biarkan saya menemukanMu di setiap detik hidup hamba,
sampai Engkau memanggil dan menghidupkan hamba kembali,
kelak

Menjadi salah satu yang berwajah cerah saat menemuiMu,
nanti

I'll miss that moment
I love U, Allah

Selasa, 06 Mei 2014

Demons let you go

When I make your dreams fail
And I'm the one you hail
are the worst of all

I  hide the truth
I wanna shelter you
but with the beast inside
there's nowhere we can hide

no matter what we breed
we still are made of greed

when you look into my eyes
You can't find my demons hide
I just wanna shelter you
just don't get too close

Don't want let you down
Any discomfort given to U
this is all for you

You said it was ur fault
No, it's up to fate

I let you go
I just wanna save the light of your bright eyes

Actually, I'm trapped now
Time will let me escape


#Demons - Imagine Dragons

Jumat, 27 Desember 2013

FLASHBACK 2013 : Berkah, Musibah dan Hikmah (2)

Oktober 2013


Jika boleh menceritakan sedikit tanpa ada maksud meratapi nasib...
Ahad itu, badan seorang remaja berlumuran darah akibat kecelakaan lalu lintas diangkut pick up terbuka menuju puskesmas terdekat. Tidak ada yang bisa dilakukan puskesmas, singkat cerita ayah saya dihubungi untuk segera menjemputnya di puskesmas. Remaja itu...adik sulung saya. Dari puskesmas, ayah saya yang tidak muda lagi, menggotong-gotong anaknya sendiri yang berlumuran darah tanpa adanya bantuan dari seorangpun pihak puskesmas ke mobil. Beliau kemudian membawanya seorang sendiri ke RSUD terdekat tanpa dampingan tenaga medis.

Di RSUD, pihak medis membersihkan jalan nafas yang tersumbat darah. Yap, adik saya mengalami fraktur maksilofasial. Untunglah, saat itu saya memang dalam perjalanan pulang dari kota seberang saat ayah menelepon saya. Saat tiba di RSUD, saya melihat bapak dengan pandangan menerawang jauh, ibu pun yang menunggu di dalam IGD tak jauh berbeda. Alhamdulillah-nya, saya bangga memiliki orangtua yang bisa berpasrah pada Sang Pemilik Ruh. Mereka lebih memilih doa ketimbang jeritan tanpa makna.

Pupil anisochor, wajah tak beraturan, kepala yang terus menerus bergetar, darah tak henti-hentinya mengalir dari hidung adik saya. Ah, semua hamba pasrahkan padaMu ya Allah. Adik saya juga milikMu. Hmm, hal yang melegakan, alhamdulillah, tingkat kesadarannya masih cukup bagus kata mbak koas yang menangani.  Vital sign masih dalam batas normal. CT-scan tak menunjukkan apapun, namun ada yang menggelitik otak saya. Apa yang saya perkirakan ada pada diri adik saya tidak nampak pada hasil CTscan. Ok, saya meminta transfer eksternal ke RS yang menyediakan spesialis bedah syaraf. Untuk berjaga-jaga.
Tiba di RS rujukan, status berubah dari cedera kepala ringan menjadi cedera kepala sedang. Hasil CTscan ulang yang ternyata memang berbeda dari pemeriksaan sebelumnya mengharuskan saya untuk lebih banyak berdoa. Akhirnya ICU menjadi keputusan akhir ibu dokter yang menangani adik saya. Kurang lebih 6 hari adik saya dirawat di ICU. Tiap usai bekerja, saya langsung menuju ke kota dimana adik saya dirawat. Saya duduk, saya bercengkerama, saya tidur lesehan di lantai depan ICU, saya menanti-nanti jam besuk seperti para keluarga pasien ICU lainnya, saya turut bergantian masuk ke dalam saat jam besuk tiba. Dunia berbalik. Dulu saya yang sering menatap pemandangan tak layak seperti ini. Namun saat ini, saya sendiri yang menjadi salah 1 pencipta pemandangan tak layak ini. Saya tersadar, memang tidak bisa tidak menunggui sesuatu yang sewaktu2 bisa terbang dengan mudahnya (red. nyawa). Meski jam besk hanya 2x sehari, namun keluarga pasien ICU harus menunggu 24 jam full jika ada resep tambahan yang harus ditebus ataupun kabar perburukan keadaan yang bisa terjadi kapanpun.
Kemudian muncul 1 pertanyaan yang belum pernah saya pikirkan sebelumnya, yaitu, "Apakah ada RS yang menyediakan ruang istirahat layak bagi para penunggunya?" atau hanya kekuperan saya saja yang menimbulkan ketidaktahuan itu.
Dalam perjalanan menuju pemeriksaan CTscan, USG dsb, para pengunjung yang lewat memandangi adik saya dengan tatapan yang tidak mengenakkan hati. Tubuh adik saya menjadi tontonan layaknya tubuh yang tidak berdaya dan berharga lagi. Well, padahal selama ini saya biasa saja dan tidak merasakan apa-apa jika ada pasien kecelakaan lalu lintas wira-wiri di depan saya.
Alhamdulillah di hari ke-6 adik saya pindah ke bangsal dan menjalani operasi segala fraktur yang ada. Allah masih memberi kesempatan ke-2 untuknya.

Hikmah besar Oktober 2013 :
  • Saya menemukan kembali empati (yang hilang tergerus waktu) dalam diri saya sebagai seorang tenaga medis
  • Bekerja di dunia medis tidak hanya sebatas menyelesaikan apa yang menjadi tugas kita, namun 1 hal yang teramat vital yaitu "C A R E" dan "E M P A T I"
  • Pasien adalah keluarga saya, keluarga mereka adalah keluarga saya
  • Mungkin salah satu alasan mengapa saya harus pulang ke tanah jawa adalah untuk mendampingi keluarga saya dalam menghadapi masa-masa sulit seperti ini.

Desember 2013 :

Belum kering luka di wajah adik sulung, saya diuji kembali dengan kecelakaan yang dialami adik bungsu saya di bulan Desember ini. Well, pelajaran apa yang harus saya pelajari kali ini ya Allah. Mendengar kabar lawan tabrakannya dengan truk besar, membuat saya sedikit palpitasi (red. berdebar-debar). Mendengar kabar itu dari ayah, saya langsung terjun ke TKP seusai jaga. Alhamdulillah saya bisa bernapas lega saat mengetahui kepala adik saya aman, hanya radial head fracture lengan kanan. Operasi cito segera diprogramkan. Judulnya cito sih, namun berlangsungnya 5 jam kemudian. Baik ayah maupun ibu bolak-balik ke nurse station menanyakan kapan adik saya dioperasi. Yap, dunia terbalik kembali. Biasanya saya lah yang harus menghadapi kebawelan dan kepanikan para keluarga pasien akibat pelayanan yang lama akibat birokrasi yang tidak bisa ditembus. FYI, ini RS swasta dengan pasien yang tidak terlalu banyak. Yah, namun spesialis bedah tulang belum available dalam jam-jam tersebut.

Hikmah Desember 2013 :
  • Meskipun terdapat birokrasi yang cukup susah dilompati sehingga menimbulkan penundaan pelayanan medis yang cukup lama, setidaknya informasi yang adequat memungkinkan sedikit ketenangan di pihak keluarga pasien. 
  • Sabar. Ini yang harus ditingkatkan dan selalu terpelihara pada kondisi apapun dalam menjalani profesionalitas saya. 

Satu lagi yang saya rasakan lebih di tahun ini. Saya lebih merasakan apa yang dinamakan tulang punggung. Waktu sudah berputar sekian lama hingga membesarkan diri saya seperti sekarang ini. Saya sebagai anak sulung perlahan ikut menyetir posisi tulang punggung keluarga. Tulang punggung itu... harus membuka mata lebar-lebar di saat anggota keluarga lain terpejam, berperan sebagai main decision maker,  nggantiin nyetir antar kota larut malam dan harus menyamarkan muka lelah meskipun badan udah berasa tak bertenaga usai bekerja, harus lebih kuat mental dan tenaga dibanding anggota keluarga lain, kudu selalu berkepala es (red. berpikir dingin), harus kreatif dalam menciptakan candaan untuk menghibur anggota keluarga lain, ehmmm apalagi ya. Hehe. Ya emang cuma sampai level itu seh yang gw bisa lakuin.  hahahaha.
Beban tulang punggung keluarga ternyata jauh lebih berat dari itu. Gak bisa ngebayangin, betapa besar perjuangan bapak memimpin keluarga sampai saat ini. I love U dad. I love U mom.

Semoga saya selalu bisa memberikan yang terbaik bagi setiap pasien yang datang kepada saya. Menjadi tenaga medis yang AMANAH dan selalu CARE sepanjang hidup saya. Amin.

FLASHBACK 2013 : Berkah, Musibah dan Hikmah (1)

2014 menjelang,
Akhir tahun adalah saat yang tepat untuk perenungan...

apa yang membuat kita tersenyum?
apa yang membuat kita membisu?

apa yang sudah kita capai dan belum tercapai?
Resolusi ke depan?

About my 2013...

Januari 2013 :

  • Masih menikmati hidup di perifer
  • mencoba memadatkan schedule job di unit pemerintah daerah
  • mengerjakan penelitian yang hasilnya pun sampai Desember ini belum diolah
Februari 2013 :

  • Puncak kegalauan akan asa kronis yang belum terpenuhi,
  • memutuskan akan kembali ke tanah Jawa,
Maret 2013 :

  • Kembali ke tanah Jawa dengan masih menggenggam asa,
  • Sepertiga nyawa profesionalitas tertinggal di perifer
April 2013 :

  • Mencoba meraih asa, namun Tuhan membisikkan 'Jangan dulu, jangan sentuh apapun dulu'
         Ok, saya kembali ke pangkuan bunda, masih dengan menggenggam asa. Saat itu petunjuk Tuhan lewat          begitu saja di depan mata, dan tanpa sadar tangan saya menangkap apa yang Ia turunkan itu. Alhasil,            saya diterima bekerja di level unit milik pemerintah yang lebih tinggi dari sebelumnya. Saya seperti                  sedang menaiki sebuah tangga, melangkah mulai dari bawah dahulu. Harap saya, pelan namun pasti.

Hikmah April 2013 : ***Allah lebih memahami diri saya daripada saya memahami diri saya sendiri***

Mei-September 2013 :
Menjalani rutinitas dengan pekerjaan baru, teman baru, lingkungan baru. Para kawan baru berkeluh kesah atas pekerjaan baru mereka. Pekerjaan yang menyimpang dari arus profesi sebenarnya. Saya? Entah hati saya telah mati atau hampa, saya hanya bisa melihat ke depan, melangkahi tapak demi tapak, dengan menggenggam segepal asa kronis di tangan kanan saya. Saat itu saya belum memahami mengapa saya terdampar disini. Pekerjaan ini anugerah yang cukup besar untuk saya yang hanya manusia  tengah-tengah. Mau berkeluh kesah pun, saya tak tahu apa yang bisa dikeluhkesahkan. Ini takdir, takdir terbaik yang akan saya ketahui jawabannya nanti.

Hikmah Mei-September 2013 : ***Allah selalu memberikan takdir terbaik, biarkan waktu yang menjawab***