Rabu, 06 November 2013

Colorblocking Inspiratif dalam Hanbok

Saya sangat tertarik dengan 'colorblock', baik itu dalam bidang fashion, seni, maupun dalam bidang lainnya. Dalam perjalanan hidup saya selama ini, takdir mengatakan bahwa saya jauh lebih klop jika dihubungkan dengan warna-warna cerah misal dalam hal pakaian, warna HP, sprei, sepatu, korden, bahkan simbol aplikasi chatting yang sering saya gunakan dahulu. Khususnya untuk warna oranye. Entah mengapa mata saya langsung tertancap saat melihat warna-warna cerah, apalagi jika saling dikombinasikan dan menampilkan suatu harmoni baru yang indah. 
Berikut beberapa prinsip colorblocking bidang fashion yang saya ketahui (karena saya bukan seorang fashionista, I'm just an observer):



Garis-garis tipis berbentuk siku, garis lurus, garis lurus dengan garis tegak lurus, dan garis lurus yang saling berpotongan X menghubungkan warna-warna yang bisa dipadupadankan. 





Nah, disini saya ingin menyampaikan apa yang mencuri perhatian saya saat menonton salah satu film korea. Apa itu? 

H A N B O K!

Yap, saya tertarik dengan colorblocking hanbok yang dikenakan para aktrisnya. Berikut saya tampilkan beberapa hanbok colorblock yang ada di film tersebut (maaf kualitas gambar tidak baik):

  • PINK + BIRU + merah
          nb : entah istilahnya biru/biru ungu/ungu muda ;D

  • MERAH + KUNING/HIJAU MUDA
                     



  • BIRU + HIJAU + kuning


  • MERAH + BIRU + pink

  • MERAH + BIRU + HIJAU


  • HIJAU + PINK + kuning


  • PINK + HIJAU TUA + merah maroon


  • HIJAU MUDA + PINK + merah


dan yang terakhir....

  • HIJAU + MERAH + merah maroon



Selasa, 05 November 2013

Tes CPNS 2013, Something inside and outside

Atmosfer tes CPNS...

Hari Minggu tanggal 3 November 2013 saya mengikuti tes CPNS di gedung olahraga. Saya duduk di tangga ke-7 (di tempat duduk yang biasanya dipake para penonton pertandingan olahraga). Sungguh tempat duduk yang tidak ergonomis (tanpa sandaran punggung, pegal leher, pegal tulang belakang)--> mungkin bisa menjadi sebuah saran untuk panitia CPNS tahun berikutnya. Karena duduk di atas, saya bisa melihat warna warni baju para peserta tes dengan suasana yang hiruk pikuk.  Sebagian besar dari mereka, termasuk saya, berkipas-kipas ria karena memang panas sekali. Sudah disediakan sekitar 6 mesin pendingin ruangan dan puluhan kipas angin, namun terkalahkan dengan panasnya lingkungan ditambah kalor yang dikeluarkan sekitar 4000 manusia. Para peserta tes duduk di tempat duduk yang sudah disusun berderet sedemikian rupa di dalam GOR tertutup yang sangat luas. Melihat pemandangan seperti ini, mengingatkan saya akan adegan ujian masuk universitas negeri saat dinasti kuno korea di film korea Sunkyunkwan Scandal. Mereka duduk lesehan di halaman luas terbuka yang ada di depan gedung universitas kuno dan sederhana.
Melihat banyaknya kepala manusia yang memadati stadion, saya berpikir,
"Masih banyak juga ya yang berminat menjadi PNS (PNS...sesuatu yang menurut saya penuh aturan pelik yang harus ditaati seumur hidup selama menjadi PNS). Berarti tes ini adalah sesuatu yang 'worthed' bagi sebagian pemuda Indonesia. Entah mengapa saya tidak mendapat 'soul'nya seperti mereka. PNS masih menjadi suatu pencapaian tertinggi bagi sebagian besar lulusan akademik?"


Hasil yang diharapkan...
Yap. Sejujurnya saya tidak terlalu mengharapkan hasilnya. Bisa dikatakan lebih tepatnya saya mengharapkan 'sesuatu yang terbaik' untuk langkah hidup saya selanjutnya. Entah itu ada disini atau di tempat lain. Wallahua'lam. Formasi CPNS yang saya pilih memiliki rasio penerimaan 1:30. Saya sangat sedikit sekali dalam mempelajari tes kompetensi bidang (TKB). Kisi-kisi TKB kesehatan CPNS 2013 yang kemarin muncul berupa program-program kementerian kesehatan antara lain jampersal, MDGS, desa siaga, dll.



Something inside CPNS examination...
Proses lebih penting daripada hasil. Saya menemukan sesuatu yang jauh lebih penting dibanding hasil akhir ujian tersebut. Ini adalah sesuatu yang sering disebut dengan 'rasa nasionalisme'. Tidak bisa saya pungkiri jika rasa nasionalisme saya bangkit dari kubur saat kembali mempelajari sejarah kemerdekaan Indonesia.
Pertengahan tahun 1945 dimana muncul beribu desakan dari para pemuda Indonesia untuk m e r d e k a. Sesuatu yang menegangkan, tumpah darah, tumpah nyawa. Saya ragu bisa timbul keberanian sebesar itu jika saya yang hidup di masa perjuangan. 
Wajar jika para pejuang bawah tanah menolak mentah-mentah bentuk kemerdekaan yang akan diberi titel 'hadiah Jepang'. Hmm Jepang...bangsa kejam tak berperikemanusiaan yang sudah menyiksa rakyat Indonesia. Dijajah di bumi sendiri, bagaimana rasanya?
Tanggal 14 Agustus 1945, terjadi perdebatan internal para perintis kemerdekaan Indonesia. Sutan Syahrir mendesak Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan sebelum  Indonesia terlambat jatuh ke tangan sekutu. Para golongan muda dengan kesigapan dan kekhawatiran luar biasa mendesak para golongan tua yang notabene lebih memikirkan banyak pertimbangan agar supaya proklamasi tidak menimbulkan banyak pertumpahan darah rakyat Indonesia. Tujuan mereka 1, namun jalan pikiran mereka berbeda. Soekarno-Hatta yang saat itu tanpa patah semangat mengunjungi para tokoh Jepang menagih janji kemerdekaan. Peristiwa Rengasdengklok, Soekarno-Hatta yang diculik pemuda bangsa sendiri karena sebuah kekesalan dan mungkin kekhawatiran  para golongan muda jika menunda-nunda proklamasi kemerdekaan.
Setelah proklamasi pun para pahlawan harus berjuang lebih keras untuk mempertahankannya. Perjanjian-perjanjian diplomasi awal yang hasilnya banyak merugikan bangsa Indonesia, kecurangan Belanda yang hampir membunuh kesabaran pejuang Indonesia, sampai pada terlepasnya Timor-Timur dari nusantara, pergantian kabinet yang sering sebagai proses pencarian jatidiri bangsa, perseteruan internal kubu pemerintahan Indonesia, penghancuran negeri sendiri demi menyelamatkan negara. Hal-hal tersebut di atas hanya beberapa contoh yang membuat saya geram. Sudah lama saya tidak membaca buku sejarah. Mungkin terakhir kali saya belajar sejarah saat SMA kelas 1.
Membaca itu semua, cukup mengingatkan saya untuk mempertahankan kemerdekaan dengan mengharumkan nama INDONESIA, apapun itu. Memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar, mencintai produk dalam negeri adalah sedikit contoh untuk menumbuhkan kebanggaan akan negeri sendiri. Meskipun sulit, menggunakan bahasa Indonesia masih campur-campur dengan bahasa ibu (jawa) dan sedikit bahasa luar, saya akan berusaha menjadi lebih baik.

I LOVE U INDONESIA
Terima kasih untuk para pahlawan yang telah mempertaruhkan nyawa demi sebuah k e m e r d e k a a n.

MERDEKA!!!

Selasa, 20 Agustus 2013

Renungan spuit : Pelan Namun Pasti

       








Hari ini gw bertugas memvaksin pegawai serumah sakit. Saat ngoplos vaksin ke dalem spuit, gw dapet suatu ilham. Ada gelembung udara di dasar spuit, sehingga gw kudu nyentil2 spuit supaya gelembung udaranya naik ke atas.Gw kudu pastiin gelembung udara gak ngrebut ruang yang seharusnya bisa diisi oleh cairan vaksin. Gw liatin gelembung udara itu dari dasar spuit perlahan-lahan naik ke atas. Meskipun lambat, namun gelembung udara tersebut bergerak terus menerus ke atas.
       


Gelembung udara itu kalo dipikir-pikir kok mirip kayak hidup gw. Perlahan namun pasti bergerak. Sentilan-sentilan di jalan kehidupan justru bakal mendorong langkah gw buat maju ke atas. Gw kudu terus tetap bergerak ke atas, bahan kalau perlu tak usah pakai berhenti. Karena sejatinya peristirahatan itu adalah mati.

Tak perlu melihat jalan orang lain yang semulus luncuran roket ke bulan. Bagi lo jalan lo, bagi gw jalan gw. Yap! mungkin cuma itu yang bisa gw bilang ke diri gw. SMANGAT!!!!!

Jumat, 16 Agustus 2013

Hati Orang Siapa Tau

Hati manusia siapa tau
Isi kepala manusia, siapa yang tau

Emang manusia itu susah ditebak...perkecualian buat ABABIL yang udah pernah gw jalanin masa2 itu sebelumnya. Hahaha.

Siapa yang nyangka, seorang muslim yang pernah bilang dirinya GAK kenal al quran, kemudian hari bilang ke gw gini,"kalo waktunya solat ya solat"

eeeeeeeng.................................GUBRAK!!!!! *Pingsan cantik nan elegan*

                                                                                      *bangun lagi*ngetik lagi**

Once upon a time in Indonesia, gw iseng nyari opini tentang kelanjutan studi gw. Yah tau sendiri, di blog ini berkali-kali gw kasitau lo kalo gw ini seorang yang ambisius terutama dalam masalah lanjut sekolah. Gw pengen ini, gw pengen kesitu. FYI, orang yang gw mintain opini itu adalah orang yg gw pikir seperti kebanyakan umat modern yang obsesif dalam meraih cita ("cita" dalam hal ini yang gw maksud adalah studi yang lanjut dan lanjut lagi). Dan, tau gak sih lo opini apa yang gw dapet dr makhluk modern itu?

Kurang lebih gini jawaban dia,"Kalo gw bilang buat perempuan itu yg baik ngurus anak sama suami, lo mau ngikutin?"

GUBRAK! *pingsan lagi*

                                                                                           *Bangun lagi*ngetik lagi**

Sungguh jawaban yang gak pernah terlintas dipikiran gw kalo dia bakal ngeluarin opini seperti itu. Hmh. Kalo gw boleh jawab, gw mau. Lagian gw bercita-cita untuk memberikan ASI eksklusif buat anak gw kelak. (Ya Allah, ridhoi harapan gw. Aamiin) Masa kecil anak2 gw kan gak bakal bisa di replay kayak nonton pertandingan bola. Eh, maap2 malah jadi curcol begini yak.

Memang, otak orang siapa yang tau. Wallahua'lam.

Terlepas dari tema postingan gw ini, gw mau mengungkapkan rasa penasaran gw deh. Ada seorang kenalan gw yang notabene lagi sekolah orthopedi bilang gini ke gw,"ortho satu2nya bidang bedah yg make otak, selain bedah sarap". Yang gw heran, kalo dia keburu-buru mau masuk lift, mana ya yang dia dahuluin bt masuk lift, tangan apa kepalanya? kalo spesialis penyakit dalam sih bakal masukin tangan duluan biar otaknya slamet. Kalo spesialis bedah kan kita tau sendiri bakal masukin kepalanya duluan ke lift. Ntar kalo tangannya knapa2, kan gak bisa mbedah lagi.
Nah, kenalan gw itu bakal masukin tangan apa kepalanya dulu ya ke lift? Coz dia ngomongnya 'orto juga make otak sih'. Kalo tangannya kejepit lift, dia gak bisa ngoperasi. Kalo kepalanya kejepit, dia gak bisa pake otaknya dong ya.
Ah, ya sudah lah. Udah jam 0.04 nih. Gw tidur dulu deh. Jangan lupa baca surat kursi, al ikhlas, al falaq, dan an naas. Biar mendapat perlindungan dari santet2 atau pelet yang tidak bertanggungjawab.

Wslm,




Jumat, 02 Agustus 2013

Tidak suka buber

Buber=bukber=buka bersama

Buber adalah salah satu cara menyambung tali silaturahmi, terutama di bulan ramadhan. Namun, jujur aja gw gak terlalu suka mengikuti acara buber ex-kawan-kawan SMA gw. Mereka sih biasanya buber di rumah makan, kafe atau tempat-tempat makan semacam itulah. 
Kemarin-kemarin gw disibukin dengan kerjaan yang nguras waktu. Di hari-hari terakhir ramadhan, gw pengen ngejar ketertinggalan gw. Tadarus aja belum ada setengah jalan. Fiuhhh.

Buber. Mmm, meskipun nanti usai buber bisa solat maghrib dan tarawih berjamaah di mushola yang tersedia di tempat makan, namun gw ngrasa gak puas, ngrasa sayang. Beda rasanya kalo di masjid. Hmmh. Abis buber pasti capek. Gw orangnya gak banyak omong, jadi kalo kumpul2 bareng temen, banyak diemnya dan berusaha membuat senyum di muka gw dan berbicara seadanya yang bisa dibicarakan. Kedua hal itu melelahkan buat gw. Yah, mungkin kebanyakan orang seumuran gw mungkin seneng dengan acara buber. Gw emang aneh (mungkin).

Yang terakhir bikin gw gak suka buber adalah ...... kegiatannya. Yang ada paling ngobrol2, tanya kabar sana sini, poto-poto, makan (pastinya). Ah, kalo nyawa gw dicabut dalam keadaan seperti itu, sungguh kotornya diri gw. Gw lebay banget ya? hahaha. Tp jujur, emang gw gak suka.

Yasudahlah, maafin gw teman2, gw gak ikut buber ya. *mogagakadayangbaca*

Kamis, 01 Agustus 2013

Lucky now

-ada kemudahan dibalik kesulitan-
Itu yg gw alamin saat ini. Dulu, gw ngrasa seperti ditolak oleh belahan bumi manapun. Mo sekolah lagi, gw masih minder dengan modal pengalaman yang gw punya. Darah birupun gw gak punya. Mo PTT, daftar 3 kali, ditolak 4 kali. Karena gw ini ambisius, dengan modal nekad dan dengkul gw keluar dari jawa, meski status gw bukan PTT. Di pulau tetangga, gw bekerja di instansi swasta yang gajinya pun hanya cukup buat tiket pesawat pp. Dan bisa dibilang dulu pas gw kerja disana, gw gak menghasilkan finansial suatu apa. impas aja. Kerja 24 jam di unit pelayanan kesehatan. Tidur malam yang berkualitas pun menjadi suatu santapan yang berharga buat seorang fakir merem kayak gw. Ancaman panggilan berdering selalu menghantui di setiap malam-malamku *lagipengenlebai*

-namun saat ini...-
hampir setaun kemudian, gw balik. Rencananya sih mo daftar sekolah lagi. Tapi karena suatu alasan yg gak bisa gw sebutin, gw menunda rencana pendaftaran gw itu. Abis itu, gw gak tau mau kemana. Eh kebetulan ada rs gede buka tes. Dan lagi, rsud di kota gw juga buka pendaftaran. Yaudeh, gw ikut tes di dua-duanya.,  Dengan perasaan kosong, gw jalanin tes2 yang mereka adain. Perasaan kosong? yah gimana ya, sebenernya passion terbesar gw adalah buat sekolah, bukan buat kerja. Singkat cerita, gw lulus dikedua rs tersebut. Gila, orang sedodol gw bisa lolos dan ngalahin kakak serta adek angkatan yang gw anggap lebih superior otaknya dibanding gw. Ini keberuntungan gw yang pertama.
Akhirnya gw pilih masuk di salah 1 RS tersebut. Sampai sekarang gw masih ngurusin perihal struktural. Btw, salah satu kerja struktural gw adalah nglengkapin kumpulan data2 yang kelewat. Gw kerjain noh kerjaan dengan santai. Berangkat pagi pun cuma dari jam 06.30, pulang jam 18.30. Supersenior gw pun baik hati rendah hati dan berwajah cerah. Beda sama kawan gw, sebut saja dia X. Si X nglembur sampai malem jam 22.00. Pas paginya dia harus berangkat jam 6 supaya kerjaannya selesai (data-data yang harus dia selesain emang lebih banyak dari gw). Dan tau gak sih??? Si X pas siangnya dimarah-marahin oleh superseniornya gara-gara ada data yang kelewatan nggak lengkap. What a pity! Inilah keberuntungan kedua gw.

Keesokan harinya, si X menyatakan keinginannya untuk bertukar supersenior sama gw. Yah, masak gw bilang 'enggak'. Buyut bilang hidup di dunia ini cuma mampir minum, jd gak boleh egois. *nyambunggaksih?**mikir**

Yah, kita lihat saja gimana keadaan gw besok saat bersama superseniornya si X? Semoga tidak terjadi suatu apa. Kalopun terjadi apa2 gw ikhlas. Paling cm gw tusuk2 boneka jeraminya si superseniornya si X. :D